Sistem keamanan buka tutup brankas dengan sidik jari berbasis Arduino

Nama :Aaron Frandito
Npm   :20116005
Kelas  :1KB01
Tugas Bahasa indonesia

SISTEM KEAMANAN BUKA TUTUP KUNCI BRANKAS MENGGUNAKAN SIDIK JARI BERBASIS ARDUINO 


Pada zaman sekarang tingkat kriminalitas di negara Indonesia semakin tinggi, khususnya angka kriminalitas pencurian. Kemajuan peralatan-peralatan semakin memungkinkan manusia untuk membuat suatu peralatan yang semakin canggih khususnya di bidang teknologi dan komunikasi elektronika. Untuk mengatasi masalah pencurian diciptakan suatu alat yang disebut dengan brankas. Brankas merupakan suatu alat yang dipergunakan untuk menyimpan suatu barang berharga diantaranya uang, perhiasan, atau aset-aset dan surat-surat yang berharga.

Brankas merupakan tempat penyimpanan yang dianggap praktis tetapi memiliki resiko yang tinggi, karena memungkinkan mudahnya brankas untuk dibobol tanpa sepengetahuan pemiliknya. Dengan adanya hal tersebut, maka diperlukan suatu pengamanan yang canggih sesuai dengan perkembangan teknologi .Kemajuan teknologi khususnya di bidang sistem keamanan pada pintu brankas akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi keamanan barang berharga didalam brankas itu sendiri. Karena secara praktis teknologi ini akan menjadi konsumsi atau kebutuhan sekunder personal atau orang secara universal, sehingga pengguna atau user dapat lebih mudah melakukan aktifitas diluar tanpa khawatir dengan barang berharga di dalam brankas yang ditinggalkan.

Penggunaan sistem keamanan saat membuka dan menutup brankas dirasa perlu guna peningkatan keamanan. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi rangkaian elektronik berbasis Mikrokontroler. Penelitian yang dilakukan oleh Yumono menghasilkan salah satu alat
elektronis yang dirancang untuk memberikan solusi keamanan brankas pada suatu lembaga perbankan, yaitu “Sistem Pengamanan Brankas Kantor Perbankan Menggunakan Aktivasi Password Digital Berbasis Mikrokontrol Atmega 8535”. Pada alat ini jika pemilik password tidak memasukan password dengan benar, maka pintu brankas tidak akan terbuka. Selain itu, dengan penggunaan password yang memungkinkan diketahui oleh orang lain membuat alat ini masih memiliki tingkat keamanan yang rendah.  Setianingrum dan Purnama memperbaiki penelitian yang dilakukan oleh Yumono dengan memanfaatkan handphone sebagai alat pengirim sms serta menggunakan Mikrokontroler AT89S51. Jika password yang dimasukkan benar maka pintu brankas akan terbuka dan apabila password salah maka pemilik brankas akan mendapat sms dari handphone brankas.
Mikrokontroler berfungsi sebagai penerjemah kode yang harus disampaikan ke handphone. Apabila memasukkan kode password salah maka Mikrokontroler akan menyampaikan pesan ke handphone. 

Penelitian yang dilakukan oleh Ariessanti, Radiyanto dan Yuswanto menghasilkan sistem pengamanan brankas menggunakan voice dengan media Bluetooth berbasis Mikrokontroller Atmega 328. Dengan memanfaatkan suara sebagai pengontrol membuka dan mengunci brankas dan menggunakan aplikasi tertentu yang dibuat untuk memberikan suara sesuai dengan apa yang tertera didalam program yang telah kita masukan kedalam otak Arduino uno.
Aplikasi harus terkoneksi dengan modul Bluetooth, agar bisa mengendalikan brankas. Aplikasi terdiri dari beberapa perintah suara dan suara itu harus sesuai dengan apa yang tertera di dalam progam, antara lain ialah menggunakan kata 1 sebagai kata kunci untuk membuka kunci brankas, membuka pintu, lampu, dan sensor cahaya akan menerima cahaya dari lampu dan mengaktifkan Buzzer. 

Menggunakan kata kunci 2 untuk menutup pintu brankas, lampu mati dan sensor cahaya mati beserta Buzzer pun mati dan pintu mengunci kembali. Brankas yang masih dikendalikan secara konvensional dengan identifikasi sederhana seperti keypad dan tanpa pembatasan orang yang dapat mengaksesnya membuat brankas rentan akan tindak pencurian. Pencuri biasanya membuka brankas dengan merusak kuncinya. Demi menjaga dokumen maupun harta berharga lainnya dari kehilangan ataupun kerusakan perlu adanya pemasangan sistem keamanan akses buka tutup yang ketat. Dengan kemajuan teknologi kini bagian-bagian tubuh dapat dijadikan identitas yang unik sehingga dapat digunakan sebagai sistem keamanan akses. Sistem keamanan akses menggunakan metode ini cukup baik karena dengan metode ini dapat mengenali ciri-ciri fisik langsung pemilik saat buka tutup brankas. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem keamanan brankas yang canggih dengan sistem keamanan buka tutup kunci brankas menggunakan sidik jari berbasis Arduino Mega, sehingga sistem keamanan brankas lebih maksimal. 

Alat ini dirancang menggunakan modul sidik jari sebagai verifikasi orang yang berusaha mengakses brankas sehingga hanya orang yang data nama dan sidik jarinya tersimpan yang dapat mengakses brankas. Orang yang akan membuka dan menutup brankas perlu menempelkan sidik jari pada modul sidik jari, lalu brankas akan terbuka atau terkunci kembali. Jika orang yang mengakses brankas tidak sengaja menutup pintu brankas dan lupa untuk menempelkan sidik jari saat menutup brankas maka Switch akan aktif untuk memberikan perintah mengunci pada Solenoid. Jika sidik jari tidak cocok dengan data sidik jari yang tersimpan maka Solenoid tidak akan melakukan perintah apapun. Tentunya sistem keamanan ini diharapkan lebih menjamin keamanan brankas, karena tidak semua orang dapat mengakses brankas.


Daftar Pustaka
Setianingrum, E.C. dan Purnama, B.E. 2013. "Sistem Pengaman Brankas dengan Menggunakan Handphone Berbasis Mikrokontroler AT89S51".
 Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer FTI UNSA. Vol. 2, No. 1, pp. 1–7.
Prasetyo, D.E. 2014. Sistem Keamanan Berlapis untuk Lemari Brankas dengan Menggunakan 3 Kombinasi Password. Skripsi. AMIKOM Yogyakarta.
Yumono, F. 2013. "Sistem Pengamanan Brankas Kantor Perbankan Menggunakan Aktivasi Password Digital Berbasis Mikrokontrol Atmega 8535". Jurnal Cendekia. Vol. 11, No. 1, pp. 42– 45.
Ariessanti, H.D., Radiyanto dan Yuswanto, A.S. 2015. "Pengaman Brankas Menggunakan Voice dengan Media Bluetooth Berbasis Mikro-kontroller Atmega 328". Techno.COM. Vol. 9, No. 1, pp. 27–32

Sumber: http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/infokom/article/view/1530

Komentar